subscribe: Posts | Comments

Australia Membantu SMPN 2 Parung

0 comments

AustraliaMasyarakat Parung membangun SMP Negeri 2 Parung dengan bantuan dana dari Australia. Melalui Kemitraan Pendidikan dengan Indonesia, Australia bahkan akan membangun atau memperluas hingga 2.000 sekolah menengah pertama di seluruh Indoneia.

Ini akan meningkatkan akses pendidikan untuk sekitar 300.000 anak-anak yang tinggal di daerah terpencil dan susah dijangkau di Indonesia. “Sebelumnya, tingkat putus sekolah sangatlah tinggi karena para murid harus melalui perjalanan jauh untuk pergi bersekolah,” ujar Kepala Sekolah SMPN 2 Parung, Syamsuddin, dalam surat elektronik yang diterima Kompas dari Kedutaan Besar Australia.

Kata Syamsuddin, bukan karena mereka tidak ingin bersekolah, tetapi biaya transportasi yang dikeluarkan cukup tinggi buat mereka. “Sekarang mereka bisa berjalan ke sekolah,” tambahnya.

Lebih dari tujuh tahun, para murid dan guru SMPN 2 Parung berbagi fasilitas dengan Sekolah Dasar terdekat. Dengan dibukanya sekolah ini, murid-murid SMP kini dapat menikmati fasilitas belajar mereka sendiri.

SMPN 2 Parung adalah satu dari 450 sekolah yang telah dibangun atau diperluas di bawah Kemitraan Pendidikan sejak pertengahan tahun lalu. “Australia bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk membangun sekolah yang berkualitas dan mudah dijangkau karena semua anak Indonesia layak untuk mendapatkan pendidikan yang baik,” ujar Pimpinan AusAID Indonesia, Jacqui De Lacy.

Minggu ini, 129 kantor Dinas Pendidikan Kabupaten serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menandatangani Perjanjian Pemberian Bantuan pembangunan sekolah baru yang didanai oleh Australia pada tahun anggaran 2013.

Elemen-elemen lain dari Kemitraan Pendidikan Australia dengan Indonesia mencakup: pelatihan keterampilan untuk 293.000 kepala sekolah, pengawas dan pejabat pendidikan daerah agar memberikan layanan pendidikan yang lebih baik; mendukung 1. 500 madrasah mendapatkan akreditasi sesuai standar nasional; dan menyediakan penelitian dan analisis guna membantu pembuat keputusan meningkatkan program-program dan kebijakan pendidikan.

Sumber : Redaksi dan Kompas.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>