subscribe: Posts | Comments

Kompetisi ‘Spelling Bee’ Anak, Mengeja dalam 15 Detik

0 comments

Anak-anak usia sekolah itu tampak tegang ketika memperoleh soal yang diberikan oleh panitia. Mereka berusaha memahami soal kata yang diperoleh, mengingat-ingat, mengonfirmasi, dan mencoba mengejanya. Meski tegang, mereka harus tetap fokus agar dapat menganalisis soal kata dalam bahasa Inggris dan menerjemahkannya dalam ejaan. Ada yang berhasil, tetapi ada juga yang gagal. Namun, ketegangan ternyata tak hanya ada di atas panggung. Orangtua para finalis yang menyaksikan kompetisi ini juga tak kalah tegangnya saat melihat anak-anak mereka berjuang. Contohnya, Nita Suhari (38), ibu dari Nicolas Raffael, peserta kategori A. Putranya itu pada babak final 10 besar masuk ke dalam babak tie break karena memiliki nilai yang sama dengan finalis lainnya, Clarissa Lilananda dan Audelyn J Wong.

“Lumayan tegang, Mas!” ujar Nita saat tahu putranya dapat mengeja kata pertama dengan benar, tetapi gagal di dua kata berikutnya.

“Tapi tidak apa-apa, ini pengalaman pertamanya. Dia (Nicolas) tetap harus banyak belajar,” ucapnya setelah lebih tenang.

Ini adalah cuplikan suasana kompetisi mengeja bahasa Inggris “Spelling Bee” ke-9 yang digelar English First (EF) 2012 di Jakarta. Dari 450 peserta pemenang regional, dipilih 10 semifinalis untuk masing-masing kategori A (kelas 1-3), kategori B (kelas 4-6), dan kategori C (kelas 7-9), yang akan menghadapi soal ejaan bahasa Inggris secara lisan dan langsung di hadapan para dewan juri serta penonton. Menurut Country Manager EF English First Indonesia, Arleta Darusalam, dua tahun lalu pun para orangtua kerap menunjukkan ketegangan yang berlebih. Saking tegangnya, tak sedikit dari mereka juga yang melontarkan protes.

“Orangtua itu kadang lebih tegang, mereka tahu kok anaknya benar,” katanya, menyebut bahwa tahun lalu ada orangtua yang meyakini ejaan anaknya tidak melenceng dari kata yang dibacakan pemberi soal. Febrico, Project Manager EF English First Spelling Bee 2012, mengatakan, nilai tertinggi yang diraih pemenang ditentukan berdasarkan ketepatan serta akurasi susunan atau ejaan kata dalam waktu 15 detik saja. “Dalam waktu itu peserta boleh menyebut katanya, baru kemudian mengeja susunan hurufnya,” ujar Febrico. Untuk tahun 2012, Kompetisi Nasional EF English First Spelling Bee dimulai dengan kompetisi regional yang diadakan sejak tanggal 5 Oktober 2012, di sekolah-sekolah EF English First dan EF English First Nusantara di seluruh Indonesia. Setidaknya, ada 8.255 pelajar yang bertanding di 63 cabang EF di 26 kota di seluruh pelosok Tanah Air.  Pemenang dari masing-masing sekolah itulah yang berlaga di ajang grand final. Peserta pun berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Banten, Cirebon, Bandung, Tegal, Solo, Semarang, Yogyakarta, Kediri, Tulungagung, Jember, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Bali, Samarinda, Balikpapan, Batam, Medan, Pekanbaru, Palembang, dan Lampung. Adapun pemenang di babak grand final ini akan mendapatkan hadiah berupa trofi nasional dan sejumlah uang tunai, serta hadiah hiburan lainnya dari sponsor. Kompetisi Nasional EF English First Spelling Bee sendiri dilaksanakan dua kali setahun sehingga para peserta akan dapat mempersiapkan kompetisi dengan lebih matang. Final Spelling Bee tahun ini juga disemarakkan oleh kehadiran presenter kondang Choky Sitohang yang merupakan Brand Ambassador English First Indonesia 2012. Choky bertugas melakukan sosialisasi agar bahasa Inggris digunakan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber : Kompas.com dan Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>